friend?


Untuk menciptakan masa depan kita menginginkan sebuah bahasa spritual; kita harus bicara dari hati dan dalam bahasa jiwa. Sebuah bahasa kepercayaan, keimanan dan nilai yang tinggi, serta pengembangan diri, cinta dan kepedulian untuk mendengarkan.

Today let me create the future with a language of values.

Hari ini biarkan aku menciptakan masa depan dengan bahasa nilai!

Surat Balasan Pertama

Sahabatku. Sungguh yang paling menakjubkan pada diri manusia adalah hati sanubari. Tempat bertanya tentang segala perkara, di mana bahasa jiwa yang muncul dari bersitan kata hati hampa kebohongan dan pengingkaran akan kebenaran dan nilai-nilai yang tinggi untuk kemuliaan.

Sumber hikmah bagi manusia. Penuh dengan nilai kejujuran dan harapan kebaikan. Cinta dari hati ibarat harta simpanan yang paling berharga. Tanyalah hatimu jika muncul keraguan pada kecintaan seseorang.

Bahasa kebaikan akan menjadi kebohongan ketika hati tertutupi ketamakan. Diri penuh noda kekikiran. Tibalah saat putus asa melanda, ditimpanya dengan kemarahan dan kehati-hatian yang membutakan pilihan kebenaran. Sungguh hidup seperti itu penuh penyesalan.

Doaku: “Aku berlindung kepada Allah dari mengisyaratkan hati, lisan, atau tangan kepada selain-Mu. Tidak ada tuhan kecuali Engkau. Hanya kepada-Mu kami kembali berserah diri.”

Surat Kedua. Kata bijak sahabat, Personal Best.

Dear friend. We’re not automatically entitled to everything,but we are entitled to become our personal best.

Kita tidak dinamakan menjadi sesuatu secara otomatis, tapi kita diberi nama untuk jadi pribadi yang terbaik. Tidak ada yang tidak mungkin.  Rengkuhlah pemikiran ini. Abaikanlah perasaan yang tidak memadai. Hindarilah kejelekan pada seluruh pembiayaan. Bekerjalah dengan iman, tekun dan percaya.

Giving up on you is not an option! Menyerah bukanlah pilihan bagimu.

Balasan Surat Kedua

Sahabatku yang terhormat. Teruslah bekerja dengan optimal, karena banyak orang mempertanyakan kualitas pekerjaan bukan pada jangka waktu pekerjaan itu diselesaikan. Bergerak penuh keyakinan merupakan perjuangan besar untuk sebuah cita-cita kebaikan, harapan akan nasib baik dalam kehidupan. Kita harus menyadari bahwa keterlambatan, wujud penyia-nyiaan waktu semata.

Tuhan tidak menganugerahkan malas pada umat manusia. Dia adalah penyakit yang tak akan kunjung sembuh jika tanpa keyakinan dan pemikiran yang jernih. Dengan keyakinan, ketekunan, dan keimanan membuahkan hasil yang diridhai langit, semoga.

Maka, bergeraklah dengan cepat, jangan menyerah. Karena tak ada detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun yang bisa diulang kembali. Raih kesempatan secepatnya, sebelum dia berubah menjadi kesedihan yang akan kita sesalkan. Semua hadir dengan sesuatu yang baru, yang berlalu akan hilang tinggal kenangan saja.

Surat Terakhir

Kata bijak sahabat yang tak sempat terbalas, Sosok Tauladan atau Uswatun Hasanah.

Contohlah tauladan terbaik dari sosok Nabi Muhammad. Bekerja untuk rumah tangga, demi keperluan masyarakat. Menyapu rumah sendiri, memperbaiki sandalnya sendiri, menjahit pakaian, membantu memasak dengan para sahabatnya.

Membawa barang belanjaan keluarganya, ikut membangun mesjid, menggali parit, bekerja untuk kepentingan orang miskin dan para perempuan lemah yang meminta tolong. Semua dilakukan dengan keikhlasan dan kesungguhan.

Untuk menjadi pribadi terbaik. Sang Nabi mendedikasikan seluruh waktu dalam rutinitas hidupnya untuk tiga hal: Untuk tetap melaksanakan perintah Allah, untuk kepentingan anak dan istrinya, dan untuk keperluan diri sendiri. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s