Gema Takbir Berkumandang – Ramadhan Telah Pergi


Allahu Akbar

Allahu Akbar

Allahu Akbar

Laa Ilaaha Illallahu Allahu Akbar

Allahu Akbar

Walillahilham

————————————–

Air mataku jatuh ketika mendengar gema takbir tersebut. Iya setelah tadi sore sidang isbat dilakukan untuk menetapkan tanggal 1 Syawal 1433 H jatuh pada esok hari (Minggu, 19 Agustus 2012)

Ada yang berbeda pada malam takbiran tahun ini. Aku merasakan ada sesuatu yang hilang, ada yang kurang yang aku sendiri tidak tau apakah itu. Ramadhan tahun ini aku merasa harus lebih baik dari sebelumnya. Umurku terus menambah tiap tahunnya, tapi aku selalu saja merasa aku tidak lebih baik dari tahun lalu. Aku sadar, semakin dewasa kita, semakin berat juga tanggung jawab yang harus kita pikul. Tapi di tahun ini, aku merasakan banyak perubahan yang sangat dahsyat. Aku selalu saja mencoba untuk menjadi wanita yang tangguh, dan terus maju. (Insya Allah)

Ramadhan tahun ini begitu cepat berlalu. Aku sedih, sedih karena belum bisa memanfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya menjalankan segala perintahNya. Mengapa setelah Ramadhan pergi aku baru menyesal?? Satu bulan lamanya aku menunda-nunda perbuatan baik. Padahal setan dibulan Ramadhan ini kan udah di kerangkeng ya? -__-” Mari kita berubah.

Suasana tahun ini agak sepi kayaknya, mungkin karena tahun lalu itu Lebarannya di “pending” kali ya.. jadi takut tahun ini juga di “pending”. Hem Alhamdulillah nggak.. Makanan wajib Hari Raya Idul Fitri itu adalah Ketupat sayur, Opor Ayam, Semur, dan kue lebaran seperti nastar, kastengel, dan apa lagi ya? Ya itulah pokoknya selalu ada dirumah… Dan keesokan harinya setelah sholat Ied ada makan-makan bersama, tetanggapun ikut bergabung. Indahnya kebersamaan. Esok hari adalah Idul Fitri, artinya adalah kita akan kembali menjadi manusia yang suci, hem semoga kita tidak menyia-nyiakan hal tersebut, jangan karena dosa kita telah dihapus lantas kita berbuat hal tidak baik lagi, siapa tau umur kita tidak panjang lagi kan?

Yang aku tangisi dari kumandang takbir itu adalah, aku selalu berfikir jauh kedepan, apakah tahun esok aku masih bisa mendengar kan ikut mengumandangkan takbir? Apa aku masih pantas untuk hidup? Aku selalu memikirkan hal itu, aku takut😦 walaupun sudah diatur oleh Allah, entah kenapa aku masih ingin hidup lebih lama lagi, karena apa? karena aku belum dapat membuat orangtuaku bangga padaku. Sudah itu aja.

Semoga di tahun ini aku, kamu, kita, kalian, dan siapa saja menjadi manusia yang leebih bijak dan lebih baik dari sebelumnya. Karna selama 1 bulan kita sudah bisa menahan hawa napsu, jangan melupakan untuk selalu menjaganya, jangan terpengaruh hasutan setan (tiba-tiba jadi ceramah).

Oh iya, aku. Nida, mewakili nama keluarga mengucapkan Minal Aidin Wal faidzin.. Dan mohon maaf lahir batin apabila selama aku mosting di blog ini ada yang menyakitkan hati kalian yang membaca itu semua tidak disengaja. Dan semoga kalian lebih menyukai membaca postingan di blog aku ini.

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Mohon Maaf Lahir Batin

Nida dan keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s