Review Analogi Cinta Sendiri – Dara Prayoga @landakgaul


Alhamdulillah *sujud syukur*
Akhirnya blog ini bisa kebuka juga. Setelah sekian lama gue coba login buat nge-review bukunya kak Oka dan gagal terus, dan sekarang bisa juga *peluk kak Oka pake baju besi*
Buku ini tuh menceritakan tentang perjalanan cinta seorang secret admirer (ehem gue banget) dan biasanya tuh kak Oka selalu menghina para pemuja rahasia di twitter, kali ini pada buku perdananya dia menceritakan kisah cintanya. yang…… diam-diam pula. Iya mengenaskan memang.

Bagi yang belum tau bukunya nih gue kasih liat penampakannya

Penampakan ACS

Penampakan ACS

sewaktu beli buku ini di Gramedia tuh gue pikir bukunya tebel gitu, eh pas liat ternyata….. 160 halaman dengan 13 BAB. Agak kurang sebenarnya buat gue yang suka melahap buku-buku jenis ini.

Oh iya gue baru nyadar pas beli buku ini, bahwa gue dan Kak Oka itu….. deket banget! sssttt diem-diem aja ya.. dia itu senior gue di kampus :3

Dan setelah gue melahap habis itu buku, gue berharap bisa ketemu dan minta sesuatu darinya. Ya perasaan gue waktu ketemu dia itu histeris banget!  biasa aja. saking biasanya kaki gue sampe lemes. dan gue beranikan diri untuk mendekatinya daaaaaan tara!!!

ITU NAMA GUE!!! aaaaa *mati*

ITU NAMA GUE!!! aaaaa *mati*

udah gaul belum Kak? :3

😉😉😉😉😉

Setelah itu gue janji buat nge-review-in bukunya itu di blog ini… (inget gak kak?) dan IT’S TIME TO REVIEW!

——————————————————————–

Menjadi seorang secret admirer nggak pernah mudah. Gue jadi punya kegiatan rutin yang gue ulang setiap hari. Bangun tidur, yang pertama kali gue lakukan adalah ngecek Facebook dan Twitter-nya dia, kadang hanya untuk memastikan dia telat bangun apa nggak. (hal. 6)

Seorang pemuja rahasia adalah seorang stalker yang andal, rasanya nggak betah kalo nggak tau kabar tentang dia. Meski kadang dapet fakta yang pahit dan bikin galau, seorang secret admirer gak pernah kapok. (hal. 6)

Dan gue baru sadar, penasaran itu candu. (hal. 7)

Yeah this is true! gue ngerasain banget benernya itu! Dan baru baca prolog-nya aja gue udah ngerasa “itu gue banget” dan gue juga ngerasa bahwa gue nggak sendirian, gue punya temen. Iya temen yang juga sesama secret admirer.

BAB 1 – Titik Awal

Di bab pertama ini Kak Oka menceritakan dirinya sewaktu masih SMA yang nggak sengaja jatuh cinta pada seorang wanita yang menolongnya saat terluka ketika mengikuti pertandingan basket antar sekolah, makhluk yang katanya dari Venus. Rambutnya terurai sepundak, kulitnya kuning, dan matanya yang agak sipit. Dan sepertinya dia keturunan Cina. Sandra namanya.

Setelah mendapatkan nomernya Sandra, kak Oka mengajaknya jalan, modusnya sih sebagai ucapan terima kasih.

Dan di perjalanan pulang seorang pemuja rahasia ini mencoba menggombal dan berhasil membuat Sandra malu-malu, sesampainya di depan pagar rumah wanita itu, kak Oka melakukan  hal yang sangat…… aaah susah gue jelasin. kasian. aaah sudahlah.

Kak Oka langsung nembak wanita itu berdasarkan saran dari Alan. Dan tentu saja jawabannya…….. DITOLAK!

Semenjak itu Oka dan Sandra tak pernah saling bicara lagi semenjak kejadian….. gak tega ngomongnya.

Nah abis itu, kak Oka belum nyerah dong, dia kembali menyukai adik kelasnya, namanya Karin. Karena tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti waktu dengan Sandra, kali ini kak Oka melakukan PDKT yang lumayan lama dengan adik kelasnya itu, mereka sering jalan bareng, ya walaupun Karin curhat tentang mantannya.

Dan tiba saatnya ketika Kak Oka memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya pada Karin di kelas setelah pulang sekolah. Kak Oka mendapat sinyal bahwa Karin juga mempunyai perasaan yang sama dengannya.tapi setelah….

“Kamu mau nggak, jadi pacar aku?”

“Tapi… aku udah nganggep kamu kakak-kakakan aku…”

Saat itu juga gue ngerasa iba sama Kak Oka, gue sedih, kenapa hidupnya itu begitu tragis?😦

LAGI. Kak Oka gak kapok, kali ini Icha. Berawal dari profile picture Facebook yang menurutnya kece, Namun setelah melihat statusnya “Icha is in a relationship with Daniel Putra” tingkat kekepoan kak Oka meningkat. setelah beberapa menit kemudian ternyata Icha sudah putus dari pacarnya itu. Hubungan mereka lancar banget di FB hingga saatnya kak Oka mengungkapkan perasaannya (lagi) kepada wanita yang dia sukai. dan seperti biasa. lagi-lagi ditolak. DITOLAK LAGI! huaaaaaaa #pukpukKakOka

Setelah 3 pengalaman penolakan itu, Kak oka memutuskan untuk menjadi seorang secret admirer, sambil berharap nggak ada bagian dari dirinya yang patah lagi. Entah itu hidung, atau hati.

BAB 2 – kalimat akhir yang tersembunyi

Lagi-lagi lelaki berambut “landak” ini mencoba mendekati wanita lainnya, kali ini bernama Uni. Bukan, bukan istilah dalam bahasa Padang. mula-mulanya Si landak ini kak Oka sering main gitar di kelas Uni, dan sering juga melihat Uni dekat dengan seorang temannya. karena penasaran, iya sebagai seorang secret admirer, penasaran itu akan selalu muncul. mulailah mereka tukeran nomer telepon, Uni sering curhat tentang Rio pada Si Landak kak Oka dan cerita tentang apapun, mereka juga sering jalan bareng. hingga tiba saatnya (LAGI) untuk si landak mengungkapkan perasaannya yang ingin sekali punya kekasih itu. Dia mengutarakannya di motor. Daan…

“Bukan itu… lo mau jadi pacar gue gak?”

“Gue kira kita cuma temen, Ka” “gue udah nyaman banget cerita sama lo”

“Hmmm… jadi gue cuma temen curhat lo?”

“Iya, gak salah kan?”

“Iya, emang gak salah. Gue yang salah…”

Sakit memang, dan gue baru sadar, gue pernah ada diposisi Uni😦 gue nyesel, gue merasa bersalah.

Mencintai tak harus memiliki… jika kamu tak punya daya untuk memilikinya. (hal. 31)

BAB 3 – berkat tahi lalat, jambul, dan gajah sirkus

Di bab ini kak Oka menceritakan asal usul rambutnya yang tajem-tajem seperti landak itu. Dan juga menjelaskan tentang username twitternya @landakgaul

Di bab ini juga dia menceritakan awal mula masuk perguruan tinggi. dan muai mengenal wanita (lagi).

Kali ini Regina, cewek satu kelompok dengannya sewaktu ospek. Regina sempoyongan ketika mengikuti ospek dilapangan, dan ketika kak Oka mencoba nangkep dari belakang, ternyata kalah cepet sama senior. Cowok senior putih tinggi dengan rambut agak jambul. Tapi si jambul itu takut darah mimisannya Regina, jadi dia pingsan. sementara Oka menggendongnya ke ruang kesehatan. Dia menyadari kecantikan Regina saat menunggu di luar ruangan.

Sejak saat itu Kak Oka jadi kepikiran Regina terus, dan juga punya saingan. yap si jambul cemen itu.

BAB 4 – seandainya. seandainya. seandainya

Di bab ini si landak dan si jambul mulai berperang. berperang untuk mendapatkan cintanya Regina. tapi selalu saja si landak kalah cepat dari si jambul.

Pernah sekali waktu di kelas, masih saat ospek, kak Oka iseng bikin coret-coretan yang dirangkai menjadi kata-kata.

ini penggalan liriknya:

Terlalu cantik kata yang tepat ‘tuk dambarkanmu

Terlalu indah tak ada yang selain itu

Tak bisa kumungkiri kesempurnaanmu

Walau bisa mungkin ‘kan kuberikan segalanya untukmu

Niat untuk memberikan kertas itu pada Regina, namun kertasnya tertinggal di kelas. Kak Oka pun kembali kekelas untuk mencari kertas itu, dan ternyata tidak ada.

Parahnya ketika kak Oka sms Regina buat sepik nanya kertas itu, Regi malah nyeritain bahwa si jambul itu ngirim message yang isinya itu tulisan kak Oka!!!! kesel banget gue disitu! itu pencuri namanya! seandainya Regi tau yang buat itu tuh kak Oka😦

Semenjak itu, kak Oka berusaha buat nggak deketin Regina lagi, berharap nggak sakit hati lagi, tapi justru Regina yang deketin kak Oka. jadi sering cerita ngalor ngidul, curhat. Dan kak Oka pun kembali mencoba. iya mencoba ngajak jalan dan mengungkapkan perasaannya.

Mereka pergi kepuncak, ke tempat paralayang.

“Hmm… menurut lo orang-orang yang terbang ini kayak apa?”

“Kayak harapan atau angan. Ada saatnya mereka diterbangkan ke orang yang dituju, tapi kalo waktunya gak tepat justru mereka akan terbang sendiri. Entah kemana” (hal. 54)

Lalu terdengar suara di kepala gue, Bego! Mestinya lo pakein aja tuh jaket, jangan cuma dikasih! (hal. 56)

Duh kok lo bego banget?! Tadi tuh harusnya lo meluk dia pas dia kedinginan! Liat kan tadi dia meluk dirinya sendiri? Suara itu terdengar ladi di kepala gue. (hal. 56)

beberapa hari Regi nggak masuk dan setelah masuk..

“Okaaaaaaaa”

“Oi? Kenapa, kenapa?” “udah sembuk, kan, lo?”

“Udah dong. Dan lo tau, nggak? Gue udah jadian dooooooong”

hening sejenak

“Sabtu ya?” “Jadiannya sabtu?”

“Bener banget! kok lo bisa tau?”

“Dia siapa?”

“Tommy. lo kenal kan? Waah mimpi jadi kenyataan banget deh iniiiiiiih!”

Sedih banget disini😦 kasian banget kak Oka. Gue bisa ngerasain perasaan lo kak😦

BAB 5 – seperti biasa

Nah di bab ini, kak Oka mencoba untuk menghindar dari Regina hanya untuk bisa menerima kenyataan bahwa Regina udah jadi pacarnya si jambul cemen itu. Tapi mereka itu satu kampus. satu jurusan. satu kelas! tapi sayang mereka gak satu hati *miris*

Dan mereka juga jadi satu kelompok pada mata kuliah audio visual. ketika disebutkan namanya.

“Regina Oceana, Devi Puspitasari, Dara Prayoga, Muhammad Fandi. Kalian satu kelompok”

Nah pasti kalian bingung kan mana namanya kak Oka? nih dia nulis gini.

Nama gue Dara Prayoga. IYA! GUE TAU ITU KAYAK NAMA CEWEK! GAK USAH PROTES! (hal. 66)

*NGAKAK GULING-GULING SAMBIL SALTO*

Di situ kak Oka juga ngasih alesan kenapa namanya itu kayak cewek yang gak masuk akal gitu deh siap-siap ngakak aja ya.

BAB 6 – analogi menawar perasaan

“Aku rindu pelukanmu yang kayak tai kotok,meski bau, itu menghangatkan” so sweet

mengorek luka, sama seperti menggaruk bentol. Awalnya enak, nikmat, lama-kelamaan panas, lecet, kemudian korengan.

“Untuk menyembuhkan luka, kadang kita harus menahan, mengobati, atau membuat luka yang baru” (hal.77)

“Hidup itu kayak diperkosa, kalo kamu gak bisa melawan ya nikmatin aja” (hal. 78) -__________-“

Seseorang yang memendam perasaan sebenarnya bukan penakut, apalagi pengecut. Memang, keberanian memegang peran besar dalam hal mengungkapkan perasaan, namun ada juga alasan lainnya…. Alasan yang dipaksakan untuk ada, atau yang muncul begitu saja. (hal. 80)

Keberanian memang berharga, tapi setiap detik bersama dia terasa lebih berharga.  Rasa takut kehilangan muncul. Keehilangan senyumnya, momen bersama dia. Karena jika momen bersama dia terasa begitu indah, kemudian perasaan diungkapkan, dan ternyata dia tak punya balasan yang sesuai harapan, semuanya hilang tertelan. Tak terbantahkan. (hal. 80)

Kalau senyum kamu pergi, kepada siapa senyum itu kamu bagi?

Tapi cinta itu gak pintar, cinta itu bijak. Gue secara bijak menikmati detik demi detik yang gue rasakan, mencoba mengesampingkan kenyataan bahwa gue nggak bisa sama Regina. Salah, mengesampingkan sejenak kenyataan Regina nggak mau sama gue. Gak bisa sama gak mau kadang beda tipis. (hal. 81)

BAB 7 – kryptonite

Orang yang jatuh cinta diam-diam sebenarnya adalah orang yang paling gampang galau, tapi disisi lain, mereka lebih gampang bahagia juga. Meski kebahagiaan itu bergantung pada orang yang lagi ditaksirnya, sesepela apa pin hal itu, akan terasa lebay dimata seorang secret admirer. (hal 83)

Pada bab ini, kak Oka nyeritain pengalamannya sewaktu ngerjain tugasnya di Bandung, kak Oka dan Regina kembali dekat, dan kak Oka merasa seneng, walaupun Regina bukan miliknya tapi dia masih bersyukur bisa sedekat itu dengannya. Aaah memang sakit rasanya, tapi itulah secret admirer. dibalik rasa sakit selalu saja ada hal yang membuatnya tersenyum senang, walau hanya sepele.

Kepala gue sama Regina nggak pernah sedekat ini sebelumnya. Ini mungkin yang paling deket, hampir menempel. Ini salah satu momen paling indah buat gue sebagai seorang secret admirer, harusnya. Tapi, entah kenapa getaran itu nggak terlalu berasa lagi. (hal. 92)

Pada akhirnya, setelah gue cukup lelah mencari-cari cara supaya gue nggak peduli lagi sama Regina dan pacarnya, dia malah semakin deket sama gue dan itu sangat bikin makan hati. Kemudian ketika gue udah menawar-nawar dengan diri gue untuk menikmati saja ‘ke-makan-hati-an’ itu, malah gue perlahan bisa tau bahwa gue baik-baik saja. (hal. 93)

BAB 8 – garis finish yang tak ingin dilewati

Jangan terlalu benci sama sesuatu. Gue ngomong gitu karena pengalaman gue sendiri, sesuatu yang gue benci justru menghantui kehidupan gue. (hal. 95)

Nah disini tuh kak Oka terjebak oleh cewek yang alay autotext. Putri namanya. kak Oka ngajak ketemuan dan ternyata cewek itu juga seorang secret admirer, dia diam-diam menyukai kak Oka tapi udah gak jadi ‘secret’ lagi setelah diungkaping. Ternyata seorang secret admirer seperti si landak ini juga punya secret admirer.

Disini kak oka galau apakah dia bener-bener suka sama Putri apa cuma penasaran? dan lebih parahnya lagi penasaran apa cuma pelarian?

Dan pada suatu saat kak Oka ngajak ketemuan putri ini dikampus buat ngungkapin perasaannya. Tapi setelah bertemu dengan putri kak Oka mengurungkan niatnya.

Memang, dalam pelarian, kamu akan menemukan garis finish dengan mudah, tapi setelah itu… apa…? (hal. 103)

BAB 9 – kesempatan yang pantas

Gue selalu bingung sama orang yang sebenernya tau ada orang yang suka sama dia, dan nunggu dia putus sama pacarnya, tapi dia malah dengan seenak udel cerita dan curhat ini-itu tentang hubungan asmaranya. (hal.105)

Kembali dengan cerita Regina dan pacarnya. Regina jadi sering curhat tentang si jambul itu kepada kak Oka, gue tau pasti itu sakit banget, apalagi kalo ceritanya itu yang bagus-bagus. siap-siap aja keabisan shampoo #showeran

Kadang cewek itu kalo cerita bukan mencari solusi, tapi cuma butuh didengerin. (hal. 109)

Saat Regina kesal dan marah pada pacarnya, disini kak Oka justru membela si jambul itu, niatnya ingin membuat mereka putus tapi tatapan nanar Regina membuat hati kak Oka luluh dan nggak tega. Gagal lagi.

Kesempatan akan selalu ada… kalau memang gue pantas mendapatkannya kembali. (hal. 112)

BAB 10 – satu langkah menuju akhir?

Gue nggak habis pikir dengan pemikiran cewek, tepatnya gue bingung sama apa yang sebenernya mereka pingin. Mereka pengin cowok yang baik, tapi ketika udah ada cowok baik di depan mereka, malah diabaikan, kemudian mereka lebih memilih menghabiskan air matanya untuk menangisi cowok berengsek yang nyakitin mereka. (hal.115)

Setelah kak oka cerita ke Alan, temen SMAnya tentang Regina, kak Oka dapat inspirasi buat nulis blog. Kayak gini nih isnya..

Beberapa orang menunggu, dan beberapa orang tak tahu sedang ditunggu.

Lanas, salahkan dia jika terus berjalan ke depan? Semakin menjauh.

Orang yang jatuh cinta namun hanya menunggu itu lebih sia-sia dari menggarami air laut. Jangan pernah salahkan orang yang ditunggu jika mengungkapkan perasaan saja tak mampu.

Kebesaran cinta tak bisa diukur dengan seberapa lama menunggu, tetapi seberapa berani mengungkapkannya dngan tulus dan cara yang indah.

Cinta yang utuh tidak layak menunggu terlalu lama, karena seiring berjalannya waktu, hati itu akan habis dimakan sendiri.

Mencintai diam-diam adalah hal paling egois di dunia. Tak ada yang lebih egois dari seseorang yang memenjarakan hatinya sendiri. Begitu besar egonya menahan rasa cinta yang ingin meneyeruak ke luar, terbang bebas ke hati yang ingin disiggahinya.

“Aku takut hatinya enggan menampungku”

Itu hanya alasan yang diada-ada sebuah sangkar hati yang egois. Hati sudah terlalu kenyang dengan alasan aku tak pantas untuk dia, aku bukan sapa-siapa baginya, dia tak menginginkanku, dan alasan egois lainnya.

Jangan kekang cinta. Bebaskan, terbangkan, maka ia akan kembali dengan sangkar barunya yang indah, untukmu. Layaknya burung camar terbang mengarungi sore yang indah di pelisir pantai. (hal.125-126)

BAB 11 – pelukan yang tak berharga lagi

Sesuatu yang sudah seharusnya keluar, kalo ditahan pasti rasanya sakit.

Perasaan itu bukan harta karun, jadi nggak seharusnya dipendam. Dan pada siapapun perasaan itu ditujukan, orang itu bukan peramal, dia gak akan tau perasaan lo kalau hanya dipendam.

Gak ada yang lebih nyesek dari menunggu, tapi yang ditunggu itu gak tau. (hal. 129)

Kak Oka udah gak bisa mengulur-ngulur waktu lagi disini, dia memantapkan niatnya untuk mengungkapkan perasaannya selama ini pada Regina. Dia langsung sms Regi untuk main kerumah Regina.

Ada nyokapnya Regina disana, dan ternyata nyokapnya itu lebih suka sama Oka daripada sama Tommy. Dan kak Oka pun semakin yakin untuk mengutarakan perasaannya itu.

Ketika tiba saatnya kak Oka ngungkapin perasaannya, Regina gak bisa nerima Oka karena masih sayang sama Tommy.

Asli bab ini tuh paling bikin kejer buat lo semua!!!! wajib baca yang ini! jangan cuma sekali!! berkali-kali!! biar banjir!

BAB 12 – patah hati itu romantis

Patah hati ternyata bisa menghilangkan selera humor,dan membuat segalanya terasa hambar. (hal. 141)

Ternyata bukan hidup ini yang mirip dengan scene FTV, tapi scene-scene itu memang dibuat semirip mungkin dengan kejadian sehari-hari. (hal 141)

Gue merasa diri gue seperti kipas. Ketika Regina kepanasan, dia bisa menyalakan kipas itu, kemudian merasa sejuk. Namun, siapa yang menyangka bahwa ternyata kipas itu bisa merasa kepanasan juga dan rindu untuk dinyalakan? Kemudian rasa kepanasan itu hanya bisa hilang jika ada yang menekan tombol “on” karena si kipas tak bisa menekan tombol itu sendiri. (hal.142)

Menulis ketika patah hati berbeda jauh dengan ketika jatuh cinta. Meski kadang sama bagusnya, tapi ketika jatuh cinta maka tulisan gue akan cenderung berisi gombalan-gombalan indah yang mungkin hanyalah kata belaka, sedangkan ketika patah hati, tulisan gue menjadi gak bisa bohong, apa yang gue tulis berasal dari hati. (hal. 144)

Sebenarnya orang yang patah hati gak pernah sendiri. Selalu ada orang lain yang juga patah hati diluar sana, atau mungkin hatinya lebih patah. (hal. 144)

Patah hati itu indah, tergantung dari perspektif mana kita melihatnya. PAtah hati itu romantis. Dengan menjadi patah hati, membuat seseorang menuangkan apa yang dia rasakan, kemudian dibaca orang lain yang mungkin merasa relate dengan tulisan itu. Gak mustahil juga seseorang jadi jatuh cinta karena karya yang tercipta akibat paah hati. Disitulah cinta yang baru tumbuh, kemudian menyembuhkan patah hati. Romantis, bukan? (hal. 145-146)

BAB 13 – candu yang baru

Kita gak akan pernah tau skenario apa yang sedang disiapkan semesta untuk kita. Siapa yang akan kita temui selanjutnya adalah misteri, mungkin pernuh kejutan dalam prosesnya, dan begitu juga dengan cara mengakhirinya. (hal. 149)

Kadang manusia melihat terlalu jauh sehingga yang di dekat mereka justru tidak terlihat. (hal. 150)

Kak Oka yang tak sengaja melihat seorang cewek cantik dan ternyata itu adalah temannya sewaktu SD dulu. Teman yang dulu selalu di ejek-ejek hingga nangis dan sekarang berubah jadi cantik begitu.

Mereka berpisah saat bis yang dinaiki kak Oka tiba, kan bodohnya kak Oka lupa minta nomer teleponnya Tarisha. dia mencoba mencari lewat facebook, tapi terlalu banyak yang namanya sama.

Gak lama kemudian ada message dari Tarisha dan mereka melanjutkan kedekatannya.

Tanpa sadar gue senyam senyum sendiri seperti baru saja mengkonsumsi candu. Namun kali ini agak berbeda rasanya, seperti dari awal lagi, dengan candu yang baru. (hal. 155)

Huaaaaaaaaaaaaaa selesai sudah review-nya.

Gimana?? SAMA? PERSIS? atau?? ELO BANGET??!!

BELI BURUAN GIIIIIIIIIIIIIH SEBELUM KEABISAN..

Kalo gue, bener-bener gak nyesel beli buku ini, karena gue banget! iya serius!😦 setelah gue baca sampe abis, gue ngerasa gue punya temen, gue gak sendirian, ada yang lebih patah dari gue :’) ({})

RECOMENDED banget buat para secret admirer

Jangan lupa ya share kisahmu di comment box😉

*NB: buat kak oka, makasih banget ya udah mau nemenin aku, sebagai seorang secret admirer aku gak sendirian🙂 {}

5 thoughts on “Review Analogi Cinta Sendiri – Dara Prayoga @landakgaul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s