Senja Dan Matamu


Aku baru saja keluar dari ruang ujian, saat aku mengerjakan soal-soal ujian otakku sangat ingin cepat pulang, badan sudah letih seharian berada di kampus.

16.55 WIB

Aku berjalan menuju gerbang kampus sembari melihat langit, seperti biasa.. Aku melihat senja menjemputku sore itu, indah. Indah sekali senja sore itu, rasanya aku ingin memeluknya, senja yang hangat.

Bukan hanya aku, tapi mungkin cuma aku yang merasa bahwa senja itu adalah saat dimana semua orang selalu menunggunya tiba, bukan hanya soal keindahan, tapi kesetiaan.

17.00 WIB

Aku berjalan santai, masih menuju pintu gerbang, masih juga melihat kebelakang karena senja ada dibelakangku, dan ketika aku menoleh ke depan..

Sesosok lelaki bermotor hitam, berjaket hitam, berhelm fullface hitam dengan kaca terbuka, dan memakai  masker hitam hingga yang terlihat hanya matanya saja, sedang berhenti tepat di sampingku. Dia berbicara dengan temannya yang berdiri di depanku dan membuatku menghentikan langkahku tentunya, ah jantungku.. detaknya menjadi 10 kali lebih cepat berdetak membuat nafasku terengah.

Matanya……. aku bisa melihat senja dari matanya…

Belum lama aku melihatnya dia sudah kembali menyalakan mesin motornya dan berlalu.

Aku melanjutkan langkahku, kali ini aku merasa tak bernyawa. Dan tidak terasa aku sudah di rumah, aahh senja begitu baik, mengantarkanku pulang dan juga mungkin senja ingin mengenalkanku pada temannya itu, entah siapa namanya. Mungkin senja lupa.

2 thoughts on “Senja Dan Matamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s