Untukmu, Senja


Hi, Senja.

Sepertinya sudah lama aku tidak melihatmu akhir-akhir ini, hmm kamu pernah cerita padaku tentang hujan, kan? Kamu bilang kalian itu pasangan yang seraasi, iya ketika Hujan datang dengan derasnya lalu kamu tiba di waktu yang tepat ketika rintikan Hujan mulai pergi, itu indah, aku akui itu.

Dan asal kamu tau, Senja, aku diam-diam mengagumi keindahan warnamu itu. Entah mengapa tapi rasanya aku cemburu dengan Hujan yang selalu dapat membuatmu terlihat bahagia dengan mengeluarkan warna-warna yang luar biasa.

Aku rasa bukan hanya aku yang merasa cemburu dengan Hujan, tapi aku tak percaya lagi kalau kalian itu best couple semenjak Hujan menjadi dominan, aku tidak pernah melihatmu lagi, ya setidaknya… aku jarang melihatmu tersenyum, yang aku lihat, kamu malah seperti hujan, kamu bukan seperti senja yang aku kenal dulu. Senja yang selalu ditunggu oleh semua yang mencintaimu, tanpa kecuali aku-Malam.

Aku selalu hadir disaat kamu sudah menunjukkan dirimu dengan keindahanmu yang luar biasa, namun ada yang beda darimu ketika kamu terlihat begitu dekat dengan Hujan, aku diam-diam juga sengaja untuk memperhatikanmu, ternyata benar.. kamu dan Hujan sedang bermasalah, kan? ahh aku mungkin Malam yang begitu lancang berkata seperti itu kepada seorang Senja yang begitu indah sepertimu, namun aku tidak mau kamu pergi meninggalkanku, Senja.

Aku hidup untuk kamu. Aku dilahirkan untuk menemani dan menggantikan ke-sementara-an dirimu tiap harinya. Sekarang yang aku lihat hanya hujan, hujan dan hujan, aku tidak melihatmu lagi, Senja.

Begitu gilanya aku karna tak bisa melihatmu lagi, bukan. bukan hanya aku yang gila, tapi semua yang mencintai keindahanmu pasti gila karna tak melihatmu lagi, Senja. Aku harap kamu bisa kembali tersenyum, kalau mau aku bisa mendengarkan ceritamu.

Kamu dan Pagi adalah hal terindah yang diciptakan Tuhan, namun aku dan Pagi sudah tidak meneruskan hubungan kami, Pagi lebih memilih Embun untuk bersamanya, padahal ia tau jika Embun itu hidup hanya untuk sementara, Embun itu akan mati jika jatuh ke tanah, entah mengapa Pagi tetap saja mencintainya.. aku tau itu keputusan yang…. aahh cinta itu tidak mengenal logika kan, Senja? begitu pula aku, aku yang mencintaimu tanpa tau apa alasannya.

Kembalilah Senja.. kembali membuat semua yang menunggumu tersenyum dengan melihatmu. Aku tak sanggup mencari-cari dirimu dibalik hujan.

Aku hanya sanggup untuk menjagamu dan… mencintaimu, Senja. Setidaknya, aku akan membuatmu selalu tersenyum dan membuat semua orang tersenyum melihatmu. Iya, aku janji.

One thought on “Untukmu, Senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s