Dalam Semes(ter)sulit


Terkadang selalu menjadi pendengar itu membosankan, selalu menyediakan telinga untuk dimasukan berbagai cerita dari orang-orang. Sekarang, dalam situasi yang aku anggap sulit ingin menceritakan kepada kalian. Aku.. aku merasa lelah, semua terjadi berurutan dan terus berputar di kepala, semua ingin cepat diselesaikan. Tapi kenapa membantu orang lain itu lebih mudah? dibandingkan dengan mengurusi kepentingan diriku sendiri yang menurutku sulit sekali. Ada saja yang membuat penyakit dalamku kumat, pikiran adalah penyebab utama dari semua penyakitku.

Awal semester tujuh ini dirasa tidak bersahabat, yang aku takuti cuma satu, gila. Memang terdengar konyol dan berlebihan, tapi aku sudah berada jauh dari zona nyamanku, dan terkadang ingin kembali dalam zona itu. Sulit sekali rasanya, ingin ceritapun tidak tau mulai dari mana. Salah memang jika aku sudah menganggap “sulit” sebelum mencoba, tapi entah kenapa hati, otak dan fisik tidak bisa kerjasama hingga saat ini. Lebih sering tumbang membuat banyak pekerjaan menjadi menumpuk, aku adalah orang dengan tipe mengerjakan sesuatu hal dengan adrenalin, misalnya ketika deadline. Besok dikumpulkan, malam ini baru dikerjakan, atau bahkan besok pagi-pagi baru mengerjakan. Buatku itu adalah hal yang menguji adrenalin, jelas aja kalau tidak bisa cepat yaudah, selesai udah.

Harapan semester ini tidak muluk-muluk, hanya ingin lulus dengan nilai yang baik sesuai dengan perjuangannya, kemudian dapat melanjutkan skripsi semester depan. Amiin

Sesekali curhat di blog sendiri gapapa kan ya? udah sangat bingung mau melampiaskan kemana lagi😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s