Berawal dari mimpi kemudian datang lalu hilang

foto: Nida

foto: Nida

Menunggu merupakan perkara melapangkan kesabaran dan berhadapan dengan risiko ketidakpastian, ketidakhadiran.

Aku rindu lelaki itu. Lelaki yang membuatku ikhlas menjadi seorang penanti dan penunggu. Menjadi seseorang yang membuang waktu sekedar untuk menunggu. Menghabiskan setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun hanya untuk menyambut kedatangan. Untuk mendengar

“Hai, aku pulang.”

Namun tak pernah datang.

Continue reading

Sepotong Senja dan Hati Yang Retak

 senja nidasFoto: Nida Sahara


Rabu lalu, senja merona begitu merahnya, aku lihat dari luar jendela ada tiga orang yang duduk di kursi tempatku biasa duduk. Kali ini aku masuk kedai kopi berdua dengan teman, tidak biasanya kali ini dia yang mengajakku. Karna ada yang menempati tempat favoritku di dekat jendela, aku tak bisa melihat senja yang sedang merona, menggoda semua yang melihatnya.

Entah kenapa aku fokus ke arah orang-orang yang duduk di dekat jendela. Tidak lama siluet seseorang yang familiar perlahan masuk, terlihat sedang mencari sesuatu. Ketika mataku mencari fokus ke wajahnya, dia.. Senja. Aku beberapa minggu ini sering sekali melihatnya, bukan sengaja melihatnya tapi seperti dia yang tiba-tiba hadir di hadapan. Degup jantung ini seketika mempercepat kerjanya. Mata seakan enggan untuk berkedip, tetap melihatnya.

Continue reading

Review Buku “FILOSOFI KOPI” Dewi Lestari (DEE)

niidass (2)
Filosofi Kopi adalah kumpulan cerita dan prosa satu dekade yang ditulis oleh Dewi Lestari, yang biasa dikenal dengan nama pena Dee. Ada delapan belas cerita yang bervariasi yang dipilih majalah Tempo sebagai Karya Sastra Terbaik tahun 2006 dan juga menjadi 5 besar Khatulistiwa Literary Award 2006. Kereeen!!!

Sebenernya buku ini udah satu tahun yang lalu dibeli, alasan pertama membeli buku ini adalah karena gue suka minum kopi, meskipun sekarang harus kurang-kurangin karena gue punya masalah dengan lambung. Selain itu karena penasaran dengan karya mbak Dee satu ini!

Setelah gue baca jadi kepikiran apa mungkin nanti akan dijadikan Film? And yeeaaahhh!!!! Setelah lama buku itu ada di kamar, ada kabar gembira! Filosofi Kopi benar akan di Film-kan.

Continue reading

Everything Has Changed

All I knew this morning when I woke
Is I know something now, know something now I didn’t before.
And all I’ve seen since eighteen hours ago
Is green eyes and freckles and your smile
In the back of my mind making me feel like

Suasana kedai kopi favoritku masih sama seperti terakhir kali aku kesana, kurang lebih setengah tahun lalu. Entah mengapa tempat ini begitu menyenangkan untuk “me time”, aku bisa mengerjakan sesuatu yang tidak bisa dikerjakan saat bersama orang lain.

Kedai dengan ornamen meja kayu berwarna coklat tua dan sofa empuk berwarna senada juga lampu gantung yang redup memberi kesan hangat dan nyaman bagi setiap pelanggan yang meluangkan waktunya ditempat ini. Ditambah dengan hiasan dinding yang bertema kopi serasa berada di rumah sendiri.

Continue reading

Sementara Itu… Kami Dipertemukan Kembali

nidasahara-2013

November rain.

Ternyata tidak selalu benar apa kata orang, kali ini aku melihat langit sangat cerah. Aku melihat dari jendela kedai kopi favoritku ada gerombolan awan Sirrus, awan Siristratus, dan awan Kumulus yang tebal dan terlihat seperti bola kapas mengambang di langit biru.

Aku sangat suka dengan awan Kumulus ini, karena aku dapat berimajinasi dari bentuk-bentuk gumpalannya. Entah kenapa hal itu jarang kulakukan akhir-akhir ini, tidak seperti dulu saat bersamanya, kami bisa berdebat panjang lebar hanya karena menebak bentuk-bentuk awan. Terlihat bodoh memang, tapi aku senang. Tidak selalu yang menyenangkan itu mahal, kan?

Dan sementara itu… Aku bertemu kembali dengan Senja.

Continue reading