Meet and Greet Koala Kumal @Radityadika

Koala Kumal adalah anak ketujuh dari seorang hem… maestro Raditya Dika dengan seseorang yang masih dirahasiakan namanya.Gue udah lama banget nggak buka twitter, kurang lebih seminggu waktu itu. Iya, menurut gue itu udah lama banget. Dan sekalinya gue sign in, timeline pun rame dengan hastag buku barunya abang Dika ini, terakhir gue ketemu sama dia itu dalam mimpi. Sewaktu bang Dika mau ngadain meet & greet di Gramedia Depok dengan bukunya Manusia Setengah Salmon. Tapi akhirnya buku ini, Koala Kumal membuat gue bertemu dengannya walaupun dengan penuh perjuangan. Gue pre-order buku itu di Gramedia deket rumah gue tanggal 1 Januari 2015.
Continue reading
Advertisements

Happy 3rd Anniversary

Sudah lama rasanya gak nulis di blog, ketika log in ke blog ini ada notification yang muncul, saat dilihat adalah sebuah message dari wordpress yang berisi:

3rd anniversary

3rd anniversary

Waaah ternyata hari ini tepat 3 tahun blog dibuat, otak gue langsung flashback ketika membuat blog ini. Sebenarnya blog gue ini bukan blog pertama yang gue punya. Dulu waktu jaman SMP gue udah sempet punya blog dan rajin banget buat mosting, aliran blog gue dulu membahas soal musik.

Continue reading

Thanks For The Lesson

nidas
*menghirup udara di tahun 2014*
Hallooo…Ternyata gue udah satu tahun nggak nulis disini ya, gak berasa banget kita masih dikasih kesempatan menghirup udara yang penuh dengan polusi dan masih bisa merasakan hiruk pikuk juga kerasnya Ibukota.Mungkin ini udah basi banget buat ngucapin “Happy New Year” disini, tapi kali ini gue mau melihat dan mengingat-ingat kembali peristiwa selama satu tahun belakangan ini.
Continue reading

Sementara Itu… Kami Dipertemukan Kembali

nidasahara-2013

November rain.

Ternyata tidak selalu benar apa kata orang, kali ini aku melihat langit sangat cerah. Aku melihat dari jendela kedai kopi favoritku ada gerombolan awan Sirrus, awan Siristratus, dan awan Kumulus yang tebal dan terlihat seperti bola kapas mengambang di langit biru.

Aku sangat suka dengan awan Kumulus ini, karena aku dapat berimajinasi dari bentuk-bentuk gumpalannya. Entah kenapa hal itu jarang kulakukan akhir-akhir ini, tidak seperti dulu saat bersamanya, kami bisa berdebat panjang lebar hanya karena menebak bentuk-bentuk awan. Terlihat bodoh memang, tapi aku senang. Tidak selalu yang menyenangkan itu mahal, kan?

Dan sementara itu… Aku bertemu kembali dengan Senja.

Continue reading