Sepotong Senja dan Hati Yang Retak

 senja nidasFoto: Nida Sahara


Rabu lalu, senja merona begitu merahnya, aku lihat dari luar jendela ada tiga orang yang duduk di kursi tempatku biasa duduk. Kali ini aku masuk kedai kopi berdua dengan teman, tidak biasanya kali ini dia yang mengajakku. Karna ada yang menempati tempat favoritku di dekat jendela, aku tak bisa melihat senja yang sedang merona, menggoda semua yang melihatnya.

Entah kenapa aku fokus ke arah orang-orang yang duduk di dekat jendela. Tidak lama siluet seseorang yang familiar perlahan masuk, terlihat sedang mencari sesuatu. Ketika mataku mencari fokus ke wajahnya, dia.. Senja. Aku beberapa minggu ini sering sekali melihatnya, bukan sengaja melihatnya tapi seperti dia yang tiba-tiba hadir di hadapan. Degup jantung ini seketika mempercepat kerjanya. Mata seakan enggan untuk berkedip, tetap melihatnya.

Continue reading

Advertisements

Perdana dan Aku Jatuh Cinta oleh Sheila On 7

Aksi Panggung Duta dan Eross Sheila On 7 di Jakcloth Senayan, Selasa (2/6) Foto: Nida Sahara

Aksi Panggung Duta dan Eross Sheila On 7 di Jakcloth, Senayan, Selasa (2/6).
Foto: Nida Sahara

Selasa, 2 Juni lalu gue ke Jakcloth, khusus buat nonton band asal Jogyakarta, Sheila On 7. Sebenarnya udah lama banget mau nonton konser mereka, tapi selalu bentrok sama konsernya Maliq & D’essential. Kali ini pun mereka bentrok jadwalnya, di Jakcloth juga, hari yang sama, dan jam yang hampir sama juga. Dengan segala pertimbangan, gue putuskan buat milih Om Duta, dengan alasan gue udah lumayan sering nonton Maliq jadi kali ini waktunya untuk SO7 supaya Om Duta nggak iri.

Continue reading

Review Buku “FILOSOFI KOPI” Dewi Lestari (DEE)

niidass (2)
Filosofi Kopi adalah kumpulan cerita dan prosa satu dekade yang ditulis oleh Dewi Lestari, yang biasa dikenal dengan nama pena Dee. Ada delapan belas cerita yang bervariasi yang dipilih majalah Tempo sebagai Karya Sastra Terbaik tahun 2006 dan juga menjadi 5 besar Khatulistiwa Literary Award 2006. Kereeen!!!

Sebenernya buku ini udah satu tahun yang lalu dibeli, alasan pertama membeli buku ini adalah karena gue suka minum kopi, meskipun sekarang harus kurang-kurangin karena gue punya masalah dengan lambung. Selain itu karena penasaran dengan karya mbak Dee satu ini!

Setelah gue baca jadi kepikiran apa mungkin nanti akan dijadikan Film? And yeeaaahhh!!!! Setelah lama buku itu ada di kamar, ada kabar gembira! Filosofi Kopi benar akan di Film-kan.

Continue reading

Meet and Greet Koala Kumal @Radityadika

Koala Kumal adalah anak ketujuh dari seorang hem… maestro Raditya Dika dengan seseorang yang masih dirahasiakan namanya.Gue udah lama banget nggak buka twitter, kurang lebih seminggu waktu itu. Iya, menurut gue itu udah lama banget. Dan sekalinya gue sign in, timeline pun rame dengan hastag buku barunya abang Dika ini, terakhir gue ketemu sama dia itu dalam mimpi. Sewaktu bang Dika mau ngadain meet & greet di Gramedia Depok dengan bukunya Manusia Setengah Salmon. Tapi akhirnya buku ini, Koala Kumal membuat gue bertemu dengannya walaupun dengan penuh perjuangan. Gue pre-order buku itu di Gramedia deket rumah gue tanggal 1 Januari 2015.
Continue reading

Mereka Alasanku Tetap Tersenyum

Deprinnava

Deprinnava

21:05 WIB Ternyata udah lama gue duduk di bis bernomorkan 57 ini. Sepanjang jalan yang sehabis diguyur hujan padat merayap, dibanjiri kendaraan bermotor, gue seperti biasa, ngelamun. Bukan bengong loh. Karena baru sadar udah terlalu lama sendiri, eh udah terlalu lama duduk maksutnya, gue ngambil headset dari tas yang gue pangku, suasana menegangkan di dalam bis itu karena sang supir ngamuk karena ada penumpang yang ngaku udah bayar ongkos tapi ternyata dia ngasih duit ke pengamen. Kasian ibu itu.

Setelah keadaan mulai kondusif, playlist gue keputer lagunya Ipang – Sahabat Kecil. Gue langsung inget sahabat-sahabat gue. Sore harinya gue, Desi sama Fika kongkow biar kayak orang-orang. Kita berencana buat nonton Film Hijab yang di sutradarai Hanung Bramantyo. Pilihan yang tepat buat nonton bareng mereka, karena filmnya lucu, gue suka merhatiin orang-orang di twitter yang bilang kalo film itu kocak. Nah gue mau buktiin, sekocak apa sih film Hijab itu. Dan taraaaa~ Itu lebih kocak dari yang gue bayangin! aseli gak bohong! awalnya kita para penonton dibikin ketawa geli sama aksi pemainnya, mulai ke tengah sampe akhir ceritanya klimaks dan bikin penonton mikir. Seru, keren lah pokoknya! Salut sama Bia (Zaskia Adya Mecca)  yang bisa mewakili para wanita yang memiliki pekerjaan.
Continue reading